Rabu, 16 September 2020

7 Senjata Free Fire Ini Punya Damage Tinggi yang Bisa Bantu Kamu Booyah!

Free Fire merupakan salah satu game battle royale buatan GARENA yang dapat dimainkan di smartphone. Hampir mirip dengan game battle royale lainnya, FF (singkatan dari Free Fire) mempunyai beragam jenis senjata yang bisa digunakan untuk membantu kamu memenangkan satu kali permainan ini.

    Tidak heran kalau FF menghadirkan banyak jenis senjata yang dapat dipilih dalam setiap in-game nya. Kamu bebas memilih mana yang menjadi senjata andalanmu. Di antaranya Assault Rifle, Snipper Rifle, LMG, SMG, shotgun, pistol, juga melee. Jarang kamu ketahui kalau masing-masing jenis senjata tersebut memiliki damage tinggi.

    Namun bagi kamu sebagai pemula, terkadang bingung memilih senjata mana yang bisa mengantarkan kamu untuk booyah (sebutan dalam memenangkan game FF). Berikut daftar senjata yang bisa mengantar kamu untuk booyah karena punya damage besar, mulai yang sering kamu temui sampai yang jarang sekali kamu gunakan.


AK

AK

AK menjadi salah satu jenis Assault Rifle yang memiliki daya tembak besar. Memiliki mode tembak auto, senjata ini cocok kamu gunakan selama permainan berlangsung. Damage sebesar 61, AK juga memiliki  kecepatan reload yang baik sehingga kamu tidak perlu panik ketika berhadapan langsung dengan musuh. Namun, kamu juga harus mampu mengontrol recoil karena senjata ini memiliki recoil yang cukup tinggi.


SVD Dragunof

 


Meskipun termasuk dalam jenis senjata Assault Rifle, SVD tergolong sebagai sniper yang bisa digunakan untuk pertempuran jarak menengah hingga jauh. Sudah dilengkapi dengan scope X4, SVD memiliki damage yang cukup sakit yaitu sebesar 89 dalam satu kali tembakan. SVD tergolong dalam jenis Assault Rifle karena menggunakan amunisi AR. Namun, kamu akan jarang menemukan senjata ini karena senjata ini hanya dapat ditemukan di Air Drop.



 AWM


Senjata jarak jauh atau sinper Rifle ini dapat memberikan damage sebesar 90 dalam 1 tembakan. Meskipun memiliki damage yang sama besar dengan kawan sesama snipernya--yaitu KAR98K, AWM punya kecepatan reload lebih baik dan jarak peluru lebih jauh. Sehingga senjata sniper ini sangat diminati oleh para jagoan sniper di game FF untuk mendapatkan booyah. Oh iya, sniper ini hanya bisa kamu temukan di air drop ya.


 Thompson

 


Berangkat ke jenis senjata lainnya, yaitu SMG atau jenis senjata yang cocok digunakan untuk pertempuran jarak dekat. Thompson menduduki posisi pertama jika membahas damage yang dimiliki, senjata ini juga merupakan senjata baru di game Free Fire. Mode daya tembak yang dimiliki sebesar 50 damage. Senjata ini juga memiliki fire rate yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dan cepat dalam melumpuhkan musuh jika bertempur jarak dekat.


SPAS12




Jenis senjata shotgun ini memiliki damage yang besarnya melebihi damage yang dimiliki oleh senjata sniper. SPAS12 mampu memberikan damage sebesar 97 kepada musuh hanya dengan sekali tembakan. Tidak hanya itu, movement speed yang dimiliki oleh senjata ini bisa mempercepat pergerakan mu saat berhadapan langsung dengan musuh. Senjata shotgun ini sangat disarankan ketika kamu berada saat early game dan belum menemukan senjata lainnya.


M1887


Masih dalam pembahasan damage besar pada senjata FF, M1887 menjadi alternatif lain yang patut dicoba pada saat early game. Shotgun berisi 2 peluru ini memiliki damage paling besar bila dibandingkan dengan dua jenis shotgun lainnya. Meski memiliki 100 damage dalam sekali tembakan, kamu harus benar-benar akurat mengarahkan aim ke badan musuh karena reload speed yang dimiliki cukup lama. Telat sedikit saja, bisa jadi kamu yang kalah dilumpuhkan oleh musuh.


MACHETE

 

Berbeda dengan jenis senjata lainnya yang rata-rata memiliki peluru, machete yang tergolong dalam jenis senjata melee ini jarang diketahui memiliki damage yang cukup besar. Dapat mengurangi darah musuh sebanyak 66, machete dapat menjadi incaran di early game saat kamu belum menemukan senjata favorit mu. Meskipun demikian, senjata ini memiliki movement speed yang cukup tinggi kamu harus benar-benar akurat ketika mengarahkan senjata ini ke hadapan musuhmu.


Inilah senjata-senjata yang memiliki damage besar dari semua jenis senjata yang ada di game Free Fire. Lalu, mana senjata yang jadi temen kamu sampai booyah?

 

 

(sumber gambar: https://ff.garena.com/weapons/index/en/)

Oleh: Elvira Yolanda


Senin, 31 Agustus 2020

Menemukan Kenangan Melalui Mimpi

 

Sakit stroke hemoragik Valiant Budi, tak membuatnya berhenti menulis. Selama masa pemulihan, menulis dijadikannya medium untuk melampiaskan frustasinya itu. Sempat terbesit dalam hati bahwa kariernya akan selesai, tapi nyatanya ia malah berhasil menerbitkan buku novel yang berjudul Forgotten Colors ini. Forgotten Colors memang bukan novel yang diangkat dari kisah nyata, tapi Vabyo (sapaan akrab Valiant Budi) menghadirkan dirinya sebagai tokoh di dalam novel ini. Melalui novel ini, penulis memiliki keyakinan dan harapan untuk mengingat kembali dirinya juga beragam kenangan yang ia coba untuk mengingatnya.

            Pahit-manisnya kenangan manusia, tetap menjadi sebuah bagian dari perjalanan hidup manusia. Setiap kenangan yang ada (baik manis, maupun pahit), perlu diingat sebagai tanda jati diri. Namun, beda bagi setiap orang yang sempat tanpa sengaja lupa akan kenangan mereka. Salah satunya adalah Arka, ia mengalami stroke yang menyerang otak kiri dan membuatnya lupa akan kenangan yang ia miliki. Selama masa pemulihan, ia tak diam saja. Arka tetap berusaha untuk mengingat kenangan, tapi ia malah dihantui oleh mimpi-mimpi aneh bahkan sampai halusinasi.

            Arka tidak sendirian ketika ia berusaha untuk menemukan kembali ingatan-ingatan yang sempat terlupakan olehnya. Bersama kekasihnya, Gelia, mereka bersama-sama untuk menemykan kenangan yang sempat terlupakan oleh Arka. Gelia yang selalu percaya akan setiap halusinasi Arka ini tidak pernah bosan untuk mendengarkan setiap cerita Arka tentang mimpinya. Kejanggalan terasa ketika Arka menemukan jawaban-jawaban dari setiap mimpi-mimpinya, melalui sorang ibu-ibu yang Arka juluki “Ibu Payudara Satu”. Arka mulai mengaitkan setiap mimpi atau halusinasinya pada kehidupan  yang pernah Arka jalani sebelum ia menderita stroke.

            Tak dis            angka bahwa setiap mimpi-mimpinya itu merupakan kenangan Arka dalam wujud yang berbeda. Setiap tokoh yang ada dalam mimpinya ternyata merupakan orang-orang yang dikenalnya dalam dunia nyata. Novel ini memiliki garis besar cerita yang terletak pada kekuasan pemerintah yang berkedok baik, tapi sebenarnya ada tindakan buruk yang mereka lakukan terhadap rakyatnya. Tindakan buruk tersebut tentu saja bertujuan untuk menguntungkan pemerintah dalam cerita ini. Pada cerita ini, tindakan buruk pemerintah dilakukan oleh dinas pertamanan kota yang menangkap paksa Arka untuk menyetujui permintaan ambisius walikota untuk memperindah tamannya.

            Novel ini juga ‘dibumbui’ oleh cerita romantis antara Arka dan sang kekasih, Gelia. Gelia yang digambarkan sebagai tokoh yang ceria, serba ingin tahu, dan setia pada Arka, menjadi salah satu daya tarik dalam novel ini. Penulis berhasil membuat kagum pembaca novelnya dengan karakter yang ada pada Gelia. Kehadiran Gelia dalam novel ini menjadi warna lain dalam perjalanan kisah pencarian kenangan masa lalu Arka. Gelia yang menjadi satu-satunya orang yang percaya akan mimpi-mimpi Arka ini berhasil membentuk sisi romantis dari novel ini.

            Tidak hanya Gelia, beberapa tokoh lain yang turut menjadi pelengkap dalam novel ini adalah Lelaki Buaya, Lelaki Gemuk Merah, Perempuan Baju Hijau, Ibu Payudara Satu, dan Perempuan Cadel—yang ternyata adalah Gelia. Ini yang menjadi salah satu keunikan dalam novel ini, penulis memersonifikasi setiap tokoh dalam novelnya dari hasil deskripsi mata sang tokoh utama. Meski pembaca tidak dapat mengetahui siapa nama asli mereka, tapi dari panggilan tersebut karakter mereka masing-masing tetap menonjol dan kuat satu dengan yang lain.

            Teknik cerita novel ini memang mengejutkan dan tidak disangka-sangka. Penulis mengemas cerita dalam novelnya ini tidak langsung menjadi satu pokok cerita begitu saja, tapi ia mengemasnya melalui potongan-potongan mimpi. Kemudian setiap potongan mimpi tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru bagi sang tokoh utama dan usaha untuk menemukan jawabannya. Jawaban yang didapat oleh tokoh utama juga tidak akan terbayangkan oleh pembaca sebelumnya. Memang, banyak kejutan ketika membaca novel ini.

            Bahasa dalam novel ini bersifat puitis dan prosais, salah satu contohnya pada penggambaran matahari yang diubah majas seperti kalimat, “Semerbak Lemon menyeruaki Kota ini, pertanda matahari akan segera terbenam.” Sifat puitis tersebut juga sama seperti penamaan masing-masing tokoh yang diberikan oleh penulis. Tidak ingin membuat pembaca lelah membaca novel ini, penulis juga menyampaikan dialek-dialek yang sesuai dengan pemahaman umum. Membaca percakapan pada novel ini, seakan-akan nyata karena adanya tambahan dialek tersebut,

            Keunggulan dalam novel ini salah satunya adalah sampul novel. Warna dasar putih, gambar otak yang diwarnai bermacam-macam warna, dan tulisan forgotten colors sebenarnya sudah sedikit menerangkan isi novel, serta tulisan “Menjelajah Mimpi, Kenangan, dan Kerinduan” yang menjadi inti dari alur cerita novel ini. Keunggulan ini sekaligus menjadi tantangan bagi penulis, sampul buku yang sederhana sering kali menimbulkan anggapan isi ceritanya juga sederhana. Sehingga sedikit masyarakat yang tertarik—di luar dari penggemar novel karya Valiant Budi untuk membaca novel ini. Tidak perlu khawatir karena sebenarnya alur cerita ini tidak sesederhana sampul novel.

            Secara keseluruhan, novel Forgotten Colors menyampaikan cerita menarik dengan gaya bahasa puitis yang dapat menghanyutkan perasaan sekaligus menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi pembaca. Sisi menghanyutkan perasaan terletak pada sisi romantis pada Gelia dan Arka. Pertanyaan juga akan muncul dalam benak pembaca ketika ingin tahu, siapa tokoh-tokoh nyata di kehidupan Arka yang muncul dalam mimpi atau halusinasinya. Selain itu, mimpi Arka juga dijadikan perumpamaan pada realitas kehidupan Arka.

            Novel ini mengajarkan kita tentang hikmah dari penyakit dan pengenalan diri. Keputus asaan memang sering terjadi bagi orang-orang yang menderita penyakit di usia muda, tapi novel ini juga mengajarkan kita untuk tidak putus asa dan berpasrah pada keadaan. Perlu ada semangat juang untuk mendapatkan kesembuhan. Selain itu, pengenalan diri lebih baik juga perlu dilakukan. Bentuk pengenalan salah satunya melalui kenangan yang ada. Novel ini cocok dibaca oleh pembaca yang menyukai alur cerita gabungan antara dunia mimpi dengan dunia nyata. (Elvira Yolanda)