Senin, 19 Juni 2017

Berbagi Melalui Sekantung Darah

Mobil putih bertuliskan Palang Merah Indonesia terparkir di dekat pintu samping Gelanggang Olah Raga (GOR) Jati Universitas Padjadjaran siang itu. Beberapa orang juga terlihat tengah berkerumun pada satu meja di dalam GOR, mereka sedang mengantri untuk mendaftar donor darah. Saat saya datang, hanya ada tiga perempuan yang sedang terbaring di sebuah tandu berwarna hijau yang di atasnya diletakkan bantal berwarna biru. Tangan mereka masih tertancap jarum yang mengalirkan darah dari tubuh ke dalam kantung darah. Wajah pendonor berubah menjadi pucat. Mungkin karena darah dalam tubuh mereka menjadi berkurang karena sudah didermakan. Keramaian di sana sebenarnya bukan didominasi oleh pendonor, melainkan oleh panitia yang mengadakan acara donor darah dan perawat di sana.
            Sebuah komunitas di Unpad memiliki cara baru untuk merayakan hari jadi mereka. Donor darah menjadi rangkaian acara dari hari jadi komunitas Vanguard Parkour Universitas Padjadjaran (Unpad) yang ke-5 dan diselenggarakan pada Jumat, 22 April 2017. Mengaku pertama kalinya mengadakan acara donor darah ini, ketua pelaksana Arianto mengatakan, acara ini bertujuan untuk amal dan mempromosikan komunitas. “Tahun sebelumnya, merayakan hari jadi hanya berupa kumpul bareng. Tahun ini mau coba sesuatu yang beda aja,” katanya. Arianto mengatakan, banyak mahasiswa yang datang untuk mendonor, tapi juga ada petugas kebersihan yang ikut mendonor di sini.
            Saat sedang berbincang dengan ketua pelaksana, dua orang tiba-tiba datang sembari menggendong seorang perempuan berkerudung hitam.“Tolong, panitia ini ada yang pingsan,” ujar kawan dari perempuan yang sedang dibopong itu. Para panitia pun langsung membawa perempuan itu ke tandu dan segera memberikan pertolongan pertama. Setelah diketahui, perempuan itu ternyata habis mendonorkan darahnya, namun tiba-tiba terjatuh saat berjalan menuju Gerbang Lama Unpad. Saya bertanya pada Arianto mengapa bisa sampai ada yang pingsan. Menurutnya, akibat darah yang diambil cukup banyak, menyebabkan darah dalam tubuh berkurang sehingga menimbulkan pusing, bahkan bisa sampai pingsan.
            Setelah mendonorkan darah, wajah pucat menghiasi setiap orang yang telah selesai mendonorkan darahnya. Galuh Rahayu, mahasiswi Unpad juga demikian, wajahnya terlihat pucat ketika saya temui di parkiran motor samping GOR Jati. Ini merupakan pertama kalinya Galuh melakukan donor darah. “Sebenarnya saya sudah ingin mendonor darah pada acara donor darah dua hari lalu, tapi takut saat lihat seorang pendonor yang bekas luka donornya tidak tertutup rapat,” kata Galuh. Namun, ia tetap ingin mendonorkan darahnya dan terbukti ia sudah mendonorkan darahnya melalui acara yang bertajuk “Vanguard Give Blood.”
            Ketika ditanya soal persiapan sebelum donor darah, Galuh memang tidak terlalu paham tentang persiapan donor darah yang benar. “Sebelum donor darah, saya sarapan dulu dan banyak minum air putih,” katanya. Seorang pendonor lainnya juga mengatakan hal yang sama, April, salah satu pendonor, juga mengaku hanya sarapan dan banyak minum air putih sebelum mendonorkan darahnya. Berbeda dengan Galuh, April sudah melakukan donor darah lebih dari satu kali. “Setiap ada event kampus yang berbentuk donor darah, saya selalu ikut,” kata mahasiswi semester 4 ini. Baginya, donor darah merupakan kegiatan yang harus dirutinkan karena selain berbagi, juga berpengaruh terhadap kesehatan.
            Donor darah memang memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Seperti keterangan dari Gina Adhnia Huda Dokter yang bertugas pada salah satu event donor darah di Jakarta, Februari lalu, “Setelah donor darah, tubuh menjadi lebih fit karena produksi darah diperbaharui. Selain itu, tekanan darah jadi lebih stabil.” Dilansir dalam liputan6.com, ia juga menambahkan, “Keuntungan juga bisa didapat bagi mereka yang kelebihan sel darah merah. Karena dengan donor darah, tubuh jadi menyeimbangkan dengan kebutuhan.”
Hari Jadi Vanguard Parkour Unpad
            Siapa sangka yang mengadakan acara donor darah ini merupakan sebuah komunitas di Universitas Padjadjaran (Unpad). Vanguard Parkour Unpad merupakan komunitas parkour—seni bergerak atau berpindah tempat dari titik ke titik dengan mengefisienkan pergerakan dan secepat mungkin. Komunitas yang berdiri pada 27 April 2012 ini beranggotakan lebih dari 25 orang. Komunitas ini didirikan oleh Luqmanul Hakim, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad dan Adzar, seorang warga asal Jatinangor.
            Dalam rangka menyambut hari jadi komunitas ini, acara donor darah dipilih sebagai salah satu rangkaian dalam menyambut hari jadinya tersebut. Bagi komunitas ini, event donor darah ini memang berbeda dari sebelumnya. Ketika ditanya akankah event donor darah ini dijadikan program rutin untuk komunitas, ketua pelaksana menjawab “Mungkin akan berkelanjutan di tahun-tahun ke depannya.”
            Saya meninggalkan tempat berlangsungnya donor darah ini dengan harapan, semoga setelah siang beranjak menuju sore, makin banyak pendonor yang datang, agar banyak pula orang-orang yang tertolong dari sumbangan darah mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar