Mobil putih bertuliskan
Palang Merah Indonesia terparkir di dekat pintu samping Gelanggang Olah Raga
(GOR) Jati Universitas Padjadjaran siang itu. Beberapa orang juga terlihat
tengah berkerumun pada satu meja di dalam GOR, mereka sedang mengantri untuk
mendaftar donor darah. Saat saya datang, hanya ada tiga perempuan yang sedang terbaring di sebuah
tandu berwarna hijau yang di atasnya diletakkan bantal berwarna biru. Tangan
mereka masih tertancap jarum yang mengalirkan darah dari tubuh ke dalam kantung
darah. Wajah pendonor berubah menjadi pucat. Mungkin karena darah dalam tubuh
mereka menjadi berkurang karena sudah didermakan. Keramaian di sana sebenarnya
bukan didominasi oleh pendonor, melainkan oleh panitia yang mengadakan acara
donor darah dan perawat di sana.
Sebuah
komunitas di Unpad memiliki cara baru untuk merayakan hari jadi mereka. Donor
darah menjadi rangkaian acara dari hari jadi komunitas Vanguard Parkour Universitas
Padjadjaran (Unpad)
yang ke-5 dan diselenggarakan pada Jumat, 22 April 2017. Mengaku pertama kalinya
mengadakan acara donor darah ini, ketua pelaksana Arianto mengatakan, acara ini bertujuan
untuk amal dan mempromosikan komunitas. “Tahun sebelumnya, merayakan hari jadi
hanya berupa kumpul bareng. Tahun ini
mau coba sesuatu yang beda aja,”
katanya. Arianto mengatakan, banyak mahasiswa yang datang untuk mendonor, tapi
juga ada petugas kebersihan yang ikut mendonor di sini.
Saat
sedang berbincang dengan ketua pelaksana, dua orang tiba-tiba datang sembari
menggendong seorang perempuan berkerudung hitam.“Tolong, panitia ini ada yang
pingsan,” ujar kawan dari perempuan yang sedang dibopong itu. Para panitia pun
langsung membawa perempuan itu ke tandu dan segera memberikan pertolongan
pertama. Setelah diketahui, perempuan itu ternyata habis mendonorkan darahnya,
namun tiba-tiba terjatuh saat berjalan menuju Gerbang Lama Unpad. Saya bertanya
pada Arianto mengapa bisa sampai ada yang pingsan. Menurutnya, akibat darah
yang diambil cukup banyak, menyebabkan darah dalam tubuh berkurang sehingga
menimbulkan pusing, bahkan bisa sampai pingsan.
Setelah
mendonorkan darah, wajah pucat menghiasi setiap orang yang telah selesai
mendonorkan darahnya. Galuh Rahayu, mahasiswi Unpad juga demikian, wajahnya
terlihat pucat ketika saya temui di parkiran motor samping GOR Jati. Ini
merupakan pertama kalinya Galuh melakukan donor darah. “Sebenarnya saya sudah
ingin mendonor darah pada acara donor darah dua hari lalu, tapi takut saat
lihat seorang pendonor yang bekas luka donornya tidak tertutup rapat,” kata
Galuh. Namun, ia tetap ingin mendonorkan darahnya dan terbukti ia sudah
mendonorkan darahnya melalui acara yang bertajuk “Vanguard Give Blood.”
Ketika
ditanya soal persiapan sebelum donor darah, Galuh memang tidak terlalu paham
tentang persiapan donor darah yang benar. “Sebelum donor darah, saya sarapan
dulu dan banyak minum air putih,” katanya. Seorang pendonor lainnya juga
mengatakan hal yang sama, April, salah satu pendonor, juga mengaku hanya
sarapan dan banyak minum air putih sebelum mendonorkan darahnya. Berbeda dengan
Galuh, April sudah melakukan donor darah lebih dari satu kali. “Setiap ada event kampus yang berbentuk donor darah,
saya selalu ikut,” kata mahasiswi semester 4 ini. Baginya, donor darah
merupakan kegiatan yang harus dirutinkan karena selain berbagi, juga
berpengaruh terhadap kesehatan.
Donor
darah memang memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Seperti keterangan dari Gina
Adhnia Huda Dokter yang bertugas pada salah satu event donor darah di Jakarta, Februari lalu, “Setelah donor darah,
tubuh menjadi lebih fit karena produksi darah diperbaharui. Selain itu, tekanan
darah jadi lebih stabil.” Dilansir dalam liputan6.com, ia juga menambahkan,
“Keuntungan juga bisa didapat bagi mereka yang kelebihan sel darah merah.
Karena dengan donor darah, tubuh jadi menyeimbangkan dengan kebutuhan.”
Hari Jadi Vanguard Parkour Unpad
Siapa
sangka yang mengadakan acara donor darah ini merupakan sebuah komunitas di
Universitas Padjadjaran (Unpad). Vanguard Parkour Unpad merupakan komunitas
parkour—seni bergerak atau berpindah tempat dari titik ke titik dengan
mengefisienkan pergerakan dan secepat mungkin. Komunitas yang berdiri pada 27
April 2012 ini beranggotakan lebih dari 25 orang. Komunitas ini didirikan oleh
Luqmanul Hakim, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad dan Adzar, seorang warga
asal Jatinangor.
Dalam
rangka menyambut hari jadi komunitas ini, acara donor darah dipilih sebagai
salah satu rangkaian dalam menyambut hari jadinya tersebut. Bagi komunitas ini,
event donor darah ini memang berbeda
dari sebelumnya. Ketika ditanya akankah event
donor darah ini dijadikan program rutin untuk komunitas, ketua pelaksana
menjawab “Mungkin akan berkelanjutan di tahun-tahun ke depannya.”
Saya
meninggalkan tempat berlangsungnya donor darah ini dengan harapan, semoga
setelah siang beranjak menuju sore, makin banyak pendonor yang datang, agar
banyak pula orang-orang yang tertolong dari sumbangan darah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar